Program Literasi

1. Readathon

Jenis bahan bacaan readathon pada TA. 2026/ 2027 berupa artikel, cerpen, atau puisi yang bisa tuntas sekali baca dengan durasi 40 menit.  Program ini terkait dengan literasi informasi, digital, dan media. Teknisnya, bahan bacaan akan ditentukan tim literasi sebelumnya lalu dishare lewat grup kelas oleh masing-masing wali kelas. Pada hari pelaksanaan readathon, siswa diperbolehkan membawa HP masing-masing. Review bahan bacaan menggunakan quizizz agar siswa lebih termotivasi untuk membaca. Untuk kegiatan ini, jadwal akan dipindah ke hari Rabu berselang dengan pembiasaan sarapan sehat. Agenda readathon akan dilaksanakan satu bulan sekali.

2. Mading Sekolah

Untuk pengelolaan mading sekolah, tim literasi akan mengadakan open rekrutmen bagi siswa yang akan dijadikan tim redaksi mading sekolah secara khusus. Tim ini terdiri dari lima anggota, yang akan diposisikan untuk bertugas sebagai pimred, penulis, dan editor. Mading sekolah diberikan brand dengan nama Bravo (Berani, Religius, Aktual, Visioner, Original). Mading sekolah akan terbit sesuai event besar sekolah untuk mengangkat informasi kegiatan sekolah. Program ini berkaitan dengan literasi dasar, media, informasi, dan digital.

3. Buku Antologi

Seperti program kerja literasi sebelumnya, pada TA. 2026/ 2027, Tim Literasi juga mengagendakan program kerja penerbitan buku yang akan bekerjasama dengan penerbit Nyalanesia. Program ini berkaitan dengan literasi dasar, media, dan informasi.

4. GAPAI ASA, Gerakan Peduli Siswa Buta Aksara

Dengan mempertimbangkan urgensivitas kemampuan membaca siswa (kemampuan tahap awal) di SMPN 10 Kota Sukabumi, maka dengan ini tim literasi menambahkan program baru pada tahun ajaran 2026/ 2027 yakni program Gerakan Peduli Siswa Buta Aksara. Program ini berkaitan dengan literasi dasar. Program ini akan dikhususkan untuk siswa kelas 7 dan 8 atau yang kemampuan membacanya kurang. Program tersebut akan dimulai dengan identifikasi siswa yang belum dapat membaca oleh guru Bahasa Indonesia, lalu akan dikategorikan menjadi beberapa kategori yakni kemampuan rendah dan kemampuan menengah. Siswa lalu ditreatmen sesuai kebutuhan dan tingkat kemampuan membacanya. Sistem Gapai Asa akan dilaksanakan secara privat oleh guru bahasa yang tergabung dalam tim literasi dengan koordinasi Ibu Nurjanah dan Ibu Pitri.

5. Wakaf Buku

Program ini akan dilaksanakan setahun sekali pada peringatan Hari Literasi yakni pada tanggal 8 September. Teknisnya, siswa secara sukarela menyumbangkan/ mewakafkan buku (bekas/ baru) yang nantinya dapat digunakan di perpustakaan. Opsi lainnya, bagi kelas IX yang akan lulus, dan masih ada sisa uang kas dapat dialokasikan untuk mewakafkan buku perkelas dengan jumlah yang tidak dibatasi atau sesuai kemampuan finansial uang kas kelasnya. Program ini berkaitan dengan literasi dasar.

6. Pembiasaan Literasi

Pembiasaan literasi dilaksanakan terintegrasi dalam program sekolah. Pembiasaan literasi sesuai dengan visi misi sekolah yakni literat. Durasi pembiasaan akan dilaksanakan selama 40 menit, satu kali dalam satu bulan. Kegiatan pembiasaan literasi ini akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik dan menyegarkan namun tetap berkaitan dengan kegiatan literasi. Seperti literasi keuangan, literasi hukum, literasi kesehatan, literasi bahasa dan budaya daerah, dan lainnya.

7. Lentera (Literasi untuk Lingkungan Bersih, Sehat, dan Berkarakter)

Program ini berkaitan dengan kokurikuler yakni Gerakan Sekolah Bersih dan Sehat (GSBS). Kegiatan literasi sekolah yang mendukung tujuan untuk menguatkan kompetensi murid dalam membuat ajakan menjaga lingkungan bersih dengan kreatif dan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih bebas dari sampah.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait